Kamis, 06 September 2012

'Mau apakah engkau dari pada-Ku, Perempuan..?' apakah artinya melecehkan..???

http://forumimankristen.com/index.php/topic,130.msg1650.html#msg1650

tulisan ini dikembangkan berdasarkan tulisan2 Scott Han, dan selebihnya aku menambahkan apa yang aku pikir perlu.

ayat Yohanes 2:1-11 bercerita tentang perkawinan kanna dimana Yesus melakukan mujijat yang pertama kali yang tercatat dalam Kitab Suci, ayat ini menurutku sungguh fenomenal karena menurut iman katolik ayat ini adalah ayat yang gamblang yang menjelaskan maria sebagai 'perantara' antara Yesus dgn yang punya hajat kawinan.
tetapi disini aku tidak mau panjang lebar menjelaskan posisi maria sbg perantara secara iman katolik, aku hanya mau membahas 'tindakan Yesus kepada maria yang di tuding melecehkan atau bahkan di-nilai kurang ajar oleh sebagian orang2 non-katolik', dan mengenai mengapa Yesus memanggil maria dengan sebutan 'perempuan' akan dibahas di trit yang terpisah lain waktu..

mari kita liat ayatnya yang yang dituding Yesus melecehkan Maria :
Yoh 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, Perempuan..? Saat-Ku belum tiba."
John 2:4 (KJV) Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee..? mine hour is not yet come.
John 2:4 λεγει αυτη ο ιησους τι εμοι και σοι γυναι ουπω ηκει η ωρα μου
secara sekilas membandingkan dgn tata bahasa jaman modern ini memang kata2 diatas terkesan kasar, apalagi jika kita tidak mengetahui siapa Yesus [i.e yang tanpa dosa] tentu saja pemahaman Yesus melecehkan maria menjadi masuk akal, tetapi apakah benar Yesus melecehkan Maria..? Tentu tidak..

saya jabarkan alasannya :
  • Melecehkan manusia lain merupakan tindakan yang tidak terpuji [i.e. tindakan dosa], jika kita percaya Yesus tidak mungkin bersatu dengan Dosa, maka artinya dalam ayat tsb Yesus tidak sedang melecehkan maria;
  • Yesus tidak mungkin melecehkan maria, karena jika demikian Yesus akan melanggar salah satu dari sepuluh perintah Allah 'Hormatilah Orang Tua';
  • Kata2 'Mau apa engkau daripada ku' kemungkinan pada jaman Yesus adalah kata2 yang lumrah dan tidak mengindikasikan sedikitpun utk melecehkan lawan bicaranya. Kata2 yang identik seperti Yoh 2:4, juga tercatat dalam Kitab Suci yaitu peristiwa orang yang kerasukan Roh Jahat. dan kita percaya bahwa roh jahat tidak sedang melecehkan Yesus, melainkan malah menjalankan perintah Yesus;
  • Jika Yesus ingin melecaehkan maria tentu TIDAK AKAN TERJADI MUJIZAT DALAM PERKAWINAN KANA, tetapi nyatanya Yesus setuju dengan maria;

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Yesus sama sekali tidak melecehkan Ibu-Nya, melainkan malah menghormati dan meninggikan maria dengan melakukan mujizat seperti yang maria minta..

Tuhan Sertamu..

Alkitab hanya mencatat Yesus memanggil maria dgn sebutan 'Perempuan'..??

http://forumimankristen.com/index.php/topic,136.msg1707.html#msg1707

sebagian orang2 non-katolik akan menyerang katolik terkait dengan judul ini, mereka menuduh 'Yesus saja sama sekali tidak menghormati maria bahkan merendahkan maria dgn tidak memanggil Ibu, kenapa kita harus menghormati maria..?'
kira2 seperti itu keberatan2 dari teman2 non-katolik..



mari kita liat apakah keberatan ini cukup beralasan atau tidak sama sekali :

Apakah Yesus tidak pernah memanggil maria dengan sebutan Ibu..?
Jawab : Tidak semua percakapan Yesus dan maria tercatat didalam Alkitab [bdk Yoh 20:30], rasanya tidak mungkin selama lahir sampai usia 30 tahun Yesus tidak pernah memanggil maria dengan sebutan 'Ibu'.

Apakah Yesus melecehkan maria karena tidak memanggilnya dgn 'Ibu' didepan umum..?
Jawab : sama sekali tidak, hal ini sudah saya kemukakan disini bahwa Yesus tidak mungkin melecehkan maria oleh karena Dia (i.e. Yesus) tidak memanggilnya sbg 'Ibu', dan Tradisi Yahudi memang tidak memperkenankan seorang anak dewasa memanggil orang tuanya dengan sebutan Ibu di depan hal layak umum.

tetapi perempuan yang ketahuan berbuat jinah pun dipanggil 'Perempuan' oleh Yesus..?
Jawab : Ketidakberdosaan Yesus tidak mungkin merendahkan/melecehkan orang lain hanya karena orang tsb ketangkap basah berjinah. Yesus memanggil orang yang ketangkap basah berjinah dgn sebutan 'Perempuan' bukan utk merendahkan orang tsb, apalagi membandingkan dengan Ibu-Nya sehingga merendahkan ibu-Nya juga.

====

Penulis Kitab Suci mencatat bahwa panggilan 'Perempuan' yang melekat pada maria karena Kitab Suci ingin mempararelkan antara Maria yang adalah Hawa Baru (Kejadian 3:16).
Hawa : Yang membawa Dosa ke dunia,
sedangkan,
Hawa Baru (Maria) : Yang membawa Sang Penebus Dosa lahir ke dunia.

hal ini dapat ditelusuri dari pengajaran St. Yohanes Rasul penulis injil yang di turunkan kepada St. Justin - Martyr dari Effesus (yang adalah murid Rasul Yohanes) :
“Christ became man by the Virgin that the disobedience which issued from the serpent might be destroyed in the same way it originated. Eve was still an undefiled virgin when she conceived the word of the serpent and brought forth disobedience and death. But the Virgin received faith and joy, at the announcement of the angel Gabriel…and she replied, “Be it done to me according you your word”. So through the mediation of the Virgin he came into the world, through whom God would crush the serpent.”

dengan demikian maka keberatan sebagian orang non-katolik adalah tidak ber-alasan, karena Yesus memanggil maria dengan sebutan 'Perempuan' bukan utk merendahkan maria, melainkan utk meninggikan maria dgn mempararelkan maria yang adalah HAWA BARU.

Tuhan Sertamu..

Ratu Surga (Regina Caeli - Gabirah)

http://forumimankristen.com/index.php/topic,138.msg1739.html#msg1739


Ratu Surga/ Regina Caeli adalah gelar yang diberikan kepada Maria sbg konsekuensi dari konsili ekuimenis effesus (i.e. maria sebagai Bunda Allah, Theotokos), Ratu Surga yang melekat pada maria diimani oleh orang Katolik dan Orthodox juga sebagian orang protestan.


Dasar2 kenapa maria disebut sbg Bunda Ratu :
Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah yang hidup diantara bangsa2 dikawasan timur tengah kuno dan bangsa2 lain disekitarnya pada umumnya menganut sistem yang dipimpin oleh seorang raja/monarki, kemudian bangsa Israel merengek2 kepada Allah melalui Nabi Samuel supaya ada raja diantara mereka [i.e. bangsa Israel] 1 Sam 8:19-20 "Harus ada raja diantara kami supaya kami pun sama dengan bangsa - bangsa lain", Allah mengabulkan permintaan bangsa Israel utk mempunyai raja baginya supaya seperti bangsa2 lain dikawasan Timur Tengah. Tetapi harus demi kemulian-Nya dan seturut penyelenggaraan ilahi, kerajaan Israel HARUS menjadi gambaran Kerajaan Allah.

Di timur tengah kuno yang menganut sistem kerajaan yang di perintah oleh seorang raja, kebanyakan kebudayaan di sana menganut poligami; dengan demikian seorang raja banyak memiliki istri. hal ini menimbulkan masalah seperti siapa [i.e. istri yang mana] yang akan dihormati rakyat sebagai ratu? dan siapa anak dari ratu yang mana yang akan mewarisi tahta kerajaan? untuk menghindari masalah2 tsb maka kebiasaan kebudayaan di timur tengah pada jaman kuno : Perempuan yang dihormati sebagai ratu adalah ibunda raja, bukan Istri pertama atau kedua atau ketiga dari raja atau istri2 raja selanjutnya.
Sistem Kerajaan Israel mengikuti model dari negara-negara tetangga, mereka mendirikan sebuah dinasti, sebuah sistem legal dan penasehat - seorang Bunda Ratu (Gabirah). ini ditemukan dalam dinasti Daud yang anaknya [i.e. salomo] memerintah sebagai raja bersama Batsyeba - ibu kerajaan atau gebirah, hal ini dilanjutkan sampai Nehushta (Ibu raja Yoyakhin).

Gebirah lebih dari sekedar gelar; gebirah adalah suatu jabatan dengan wewenang yang nyata, hal ini dapat dilihat dari 1 Raj 2:19 "Maka, Batsyeba masuk menghadap Raja Salomo untuk bicara kepadanya atas nama Adonia. Lalu bangkitlah raja menyambutnya serta menyembah kepadanya; kemudian duduklah raja diatas tahtanya dan salomo menyuruh meletakan kursi untuk bunda ratu, lalu perempuan itu duduk disebelah kanan raja"

Ibu Kerajaan/Sang Bunda adalah sosok yang unik dalam kerajaan, bahkan raja pun sangat menghormati bunda raja dengan berdiri ketika bunda raja datang dan raja mempersilakan bunda raja duduk disebelah kanan tahta raja. Karena begitu pentingnya sosok bunda ratu maka Adonia pun memohon pengantaraan Batsyeba utk meneruskan permintaannya kepada raja Salomo (Adonia berkata, "Bicarakanlah kiranya dengan raja Solomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu!" [1 Raj 2:17]), hal  ini adalah keunikan yang dimiliki oleh bunda raja dan hal ini tidak dimiliki oleh yang lain. tetapi apakah peran bunda raja mempengaruhi status raja..? tentu tidak, yang harus di ingat kekuasaan raja dan otoritas raja sama sekali tidak terancam oleh [bunda raja], karena Solomo tetaplah sang raja. Sang bunda duduk di sebelah kanan Solomo, bukan sebaliknya; dan raja menghargai permintaan sang bunda bukan karena kewajiban legal yang mengikat, tapi karena kasih seorang putra kepada bundanya.

Lalu apa kaitannya dengan Maria..?
Allah telah berjanji kepada daud bahwa dari tunasnya-lah Allah akan memulihkan kerajaan Israel yang telah lama terpecah2, Allah akan menyatukan kembali keduabelas suku bangsa israel kedalam kerajaan daud yang telah dipulihkan. Dimana Anak Allah sendiri yang akan menjadi raja atas Israel memerintah dengan gada besi, Allah akan memberikan Kunci kerajaan daud yang telah dipulihkan kepada Tunas dari daud tsb.
Tunas daud yang dijanjikan oleh Allah tidak lain dan tidak bukan adalah Yesus SANG RAJA SURGA, yang lahir dari garis keturunan daud, yang mewarisi kedagingan daud.

hal ini juga diteruskan melalui pengajaran Bapa Gereja :
St. Athanasius (296-373): “Jika Sang Anak adalah Raja, maka ibu yang melahirkan-Nya adalah layak dan sungguh pantas disebut sebagai Ratu dan yang berkuasa.”

St. Andreas dari Krete (abad ke 7)
: “Bunda-Nya yang tetap perawan yang dari rahimnya, Tuhan mengambil rupa manusia, kini dipindahkan oleh-Nya dari tempat tinggalnya di dunia menjadi Ratu umat manusia.”

maka seperti yang sudah saya sebut diatas bahwa Ratu Surga adalah konsekuensi yang harus ditanggung maria, karena maria adalah IBU SANG RAJA SURGA..

Tuhan Sertamu..

pengantaraan Para Kudus bertentanggan dengan pengantaraan Yesus (1 Tim 2:5)..??

http://forumimankristen.com/index.php/topic,154.msg1898.html#msg1898

alasan ini sering kita baca dan dengar dari sebagian orang non-katolik yang mempertentangkan 'pengantaraan para kudus', mereka yang menolak 'perantaraan' biasaya akan mempertentangkan dengan ayat 1 Tim 2:5, sebetulnya agak tumpang tindih jika menolak perantaraan doa para kudus karena menganggap berbenturan dengan pengantaraan Yesus.. kenapa saya katakan tumpang tindih karena pengantaraan Yesus bukan dalam hal mendoakan sperti yang para kudus lakukan..

utk lebih lanjutnya mari kita bahas dalam Alkitab terjemahan bahasa inggris karena dalam bahasa inggris mediator, through, intercessions diterjemahkan kedalam bahasa indonesia 'Perantaraan' dan dari sini justru celakanya..
supaya lebih jelas mari kita mulai pembahasannya yang pertama pengantaraan Yesus :
1 Tim 2:5 KJV 'For there is one God, and one mediator between God and men, the man Christ Jesus'
1 Tim 2:5 ERV 'There is only one God, and there is only one way that people can reach God. That way is through Christ Jesus, who as a man'
1 Tim 2:5 NCV 'There is one God and one mediator so that human beings can reach God. That way is through Christ Jesus, who is himself human.'

kedua pengantaraan para kudus :
1 Tim 2:5 KJV "I exhort therefore, that, first of all, supplications, prayers, intercessions, and giving of thanks, be made for all men;"

dari kedua ayat diatas maka kita dapat melihat bahwa perantaraan Yesus dan perantaraan para kudus itu berbeda.
Yesus adalah mediator (perantara) yg mendamaikan Allah dan manusia, sedangkan para kudus adalah intercessor (perantara) yg secara kasar dapat diibaratkan sebagai stasiun penghubung & penguat sinyal dalam jaringan telekomunikasi.

Berdoa dengan perantaraan Yesus berbeda artinya dengan berdoa dengan perantaraan para kudus.
Berdoa dengan perantaraan Yesus, artinya kita berdoa kepada Allah dalam hubungan intim yg telah didamaikan oleh Yesus. Berdoa dengan perantaraan para kudus artinya kita minta didoakan kepada Allah.

dalam teks doa bahasa Inggris, kita selalu berdoa: "we pray through CHRIST"
sedangkan,
perantaraan para kudus kita berdoa : "we pray with intercession of the saints".

Kedua kalimat ini tidak interchangeable, kita tidak pernah berdoa "we pray with intercession of CHRIST" ataupun "we pray through the saints". Dari sini sudah kita lihat bahwa konsep perantaraan Yesus dan para kudus adalah berbeda.

Tuhan sertamu,

*) Note : di kutip dan dikembangkan dari tulisan bro Jenova..

Yesus mewarisi kedagingan maria..??

http://forumimankristen.com/index.php/topic,162.msg1934.html#msg1934

kita sering mendengar dari rekan2 non-katolik yang menyatakan 'maria hanya alat', apakah benar demikian bahwa Allah hanya menjadikan maria sebagai alat supaya Allah lahir kedunia..?
rasanya terlalu berani jika kita berkata 'maria hanya sebatas alat', saya menilai pandangan ini hanya pandangan konyol yang hanya memandang maria seperti botol kecap ketika sudah selesai maka botol kecap itu akan dibuang..
kalau demikian bagaimana nasib kita sedangkan bunda-Nya saja hanya dipandang sbg botol kecap, apalagi dengan kita lebih rendah lagi dari sebotol kecap yang telah kosong..

pandangan maria tidak mempunyai andil apa2 dalam kemanusiaan Yesus sesungguhnya adalah ajaran yang salah dan di-bidatkan oleh murid rasul Yohanes; St. Ignatius Antioch "adalah keturunan Daud menurut daging …. bahwa Ia adalah sungguh- sungguh dilahirkan oleh seorang perawan”, hal ini juga diajarkan oleh St. irenaeus, Tertulianus, St. Augustine Hippo, St. Thomas Aquinas.

Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia, Yesus mengenakan Kemanusian maria agar serupa dengan maria, serupa dengan saya dan serupa dengan kita semua.

Dasar Alkitabiah:
  • 2 Sam 7:12 'Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.'

    Ayat ini adalah janji Allah kepada Daud, bahwa Allah akan membangkitkan Keturunan, Anak kandung dari Daud dan mengokohkan kerajaan-Nya. Anak kandung dan Keturunan-Nya itu adalah Yesus, dan ini telah digenapi bahwa Allah memilih Ibu-Nya dari keturunan Daud, dan dalam Maria mengalir darah dan daging Daud.
  • Rom 1:3 TB 'tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud'
    Rom 1:3 KJV 'Concerning his Son JESUS CHRIST our Lord, which was made of the seed of David according to the flesh'
    Rom 1:3 'περι του υιου αυτου του γενομενου εκ σπερματος δαβιδ κατα σαρκα'
    translate 'peri tou huiou autou tou genomenou ek SPERMATOS DAUID kata sarka'

    γενομενου/genomenou/genealogy dalam tata bahasa yunani harus keturunan genetis sesuai dengan Nubuat 2 Sam 7:12, juga σπερματος δαβιδ/SPERMATOS DAUID/the seed of David dalam tata bahasa yunani mengacu pada keturunan secara benih/daging.
  • Luk 1:42 'lalu berseru dengan suara nyaring: Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.'
    'Buah' adalah bagian dari pohon (induknya), sama halnya dengan buah/fruit yang mengenakan kedagingan dari pohonnya.

Dengan demikian maka terjawablah kenapa Allah memilih utk dilahirkan oleh perawan yang mewarisi darah daud (i.e. maria) agar nubuat 2 Sam 7:12 tergenapi. dan Tunas Daud yang anak kandung daud bukan sekedar Anak Kandung K.T.P. melainkan Anak Kandung yang secara genetik mengalir darah dan daging daud didalam-Nya.

Tuhan berserta kita,

Galileo atau Copernicus..??

http://forumimankristen.com/index.php/topic,170.msg1974.html#msg1974

heliocentric adalah pandangan atau cabang ilmu astronomi yang mengajarkan dimana Matahari sebagai pusat tata surya, atau semua planet2 mengelilingi matahari, pandangan ini di cetuskan oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543)..

bagaimana pandangan Gereja Katolik terhadap pandangan baru ini yang timbul pada abad ke 15-16 ini..?
Gereja katolik tidak menentang pandangan ini, GK hanya melihat bahwa Heliosentris hanya sebatas Hipotesa, bahkan Cardinal Schonberg membantu mempublikasi pandangan heliosentris yang dicetuskan oleh Copernicus ini :
http://www.newadvent.org/cathen/04352b.htm
"Three years later Copernicus was urged by Cardinal Schonberg, then Archbishop of Capua, in a letter, dated at Rome, 1 November, 1536, to publish his discovery, or at least to have a copy made at the cardinal's expense."



Karena publikasi yang dilakukan oleh Copernicus dengan bantuan Gereja katolik menimbulkan ketertarikan bagi astronom2 pada jaman tsb terhadap teori Heliosentris yang dicetuskan oleh Copernicus ini.. salah satu Astronom yang tertarik terhadap teori ini adalah Galileo (1564-1642) yang bersikeras walaupun tidak memenuhi standard science pada saat itu, galileo tetap tidak dapat membuktikan teori2 yang berkaitan dengan teori yang dicetuskan oleh Copernicus tetapi tetap  bersikeras bahwa teorinya adalah benar.
umat dihadapkan pada kebingungan besar pada akhirnya Gereja membuat kesepakatan dengan Galileo dalam upaya tidak menimbulkan kebingungan dikalangan umat, bahwa Heliosentris tidak dapat dibuktikan dengan standard pada waktu itu sehingga Galileo harus mencabut kata2nya dan Galileo berjanji tidak akan mengajarkan teori yang masih membingungkan umat ini.

Pada Tahun 1632 Galileo mengingkari janjinya, Galileo mempublikasi pandangan 'heliosentris' kepada umat, sebagai akibatnya Galileo dihadapkan pada tim investigasi Gereja pada akhirnya dijadikan tahanan rumah oleh Gereja Katolik. Gereja Katolik memperlakukan Galileo dengan baik selama dalam tahanan rumah bahkan Gereja Katolik memberikan berkat kepada Galileo Jenasahnya dikuburkan di Gereja Santa Croce, Florence.
http://www.newadvent.org/cathen/06342b.htm

dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa Gereja Katolik tidak kuno, tidak anti ilmu pengetahuan atau tidak kolot. Hal ini dapat dibuktikan bahwa GK membantu mempublikasi karya Copernicus (i.e. sang pencetus teori heliosentris), tetapi GK juga tidak membenarkan 'hipotesa' tanpa didasarkan pada standard yang berlaku pada saat itu tetapi dinyatakan sbg kebenaran yang absolut..

Tuhan Berserta Kita,

*) Note : Kasus Galileo ini tidak ada hubungannya dengan ke-infalibilitasan paus..

St. Jerome VS Helvidus

http://forumimankristen.com/index.php/topic,548.msg10951.html#msg10951

Pernah terbersit dalam benak saya 'kenapa Keperawanan maria yang sudah terjadi berabad2 yang lalu masih bisa di ubah2, sekarang menjadi tidak perawan padahal sampai abad ke 16 masih perawan'..? begitu pula dengan keberatan2 yang lain dapat di rubah sesuai keinginan si penafsir Alkitab..
Keberatan akan keperawanan abadi bunda maria mulai dipertentangkan pada saat itu (Helvidus), dan muncul lagi pada abad ke-16 seiring bergejolaknya gerakan reformasi. Semua keberatan2 yang Helvidus kemukakan sesungguhnya tidak mendasar dan itu sudah dijawab tuntas oleh St. Jerome (i.e. seorang teolog Kitab Suci mumpuni pada jamannya).


seperti apa keberatan yang diulang2 tsb sampai hari ini :
Mat 13:55
Helvidus : mempunyai kesimpulan bahwa maria mempunyai anak selain Yesus, karena dalam ayat Matt 13:55, Mrk 6:3 menyebutkan kata 'Saudara/adelphos'-nya Yesus.

St. Jerome menjelaskan bahwa kata 'Saudara/adelphos'-nya sama sekali tidak dapat membenarkan bahwa maria mempunyai anak selain Yesus, Matt 13:55, dan Markus 6:3 menyebutkan 'Saudara/adelphos'-nya karena keterbatasan tata bahasa 'Ibrani kuno' yang digunakan oleh pada Jaman Yesus yang tidak mengenal kata sepupu hal ini dapat dilihat dari Kej 14:14 dimana tertulis Lot sbg 'Saudara/adelphos' Abraham.

LXX Gen 14:14 ἀκούσας δὲ Αβραμ ὅτι ᾐχμαλώτευται Λωτ ὁ ἀδελφὸς (adelphos) αὐτοῦ ἠρίθμησεν τοὺς ἰδίους οἰκογενεῖς αὐτοῦ τριακοσίους δέκα καὶ ὀκτώ καὶ κατεδίωξεν ὀπίσω αὐτῶν ἕως Δαν
Jadi keberatan Helvidus yang menyatakan karena Matt 13:55 menyebutkan kata 'saudara/adelphos' utk membenarkan maria mempunyai anak selain Yesus adalah tidak mendasar..!

=====

Lukas 2:7 "dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang "sulung", lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan."
Helvidus mempunyai kesimpulan bahwa maria mempunyai anak selain Yesus, karena dalam ayat Luk 2:7 menyebutkan kata 'Sulung'.

St. Jerome menjelaskan bahwa kata 'Sulung' sama sekali tidak dapat membenarkan bahwa Yesus sbg anak tertua sehingga disimpulkan Yesus mempunyai adik2 dari ibu yang sama (i.e. Maria), 'Sulung' adalah anak pembuka rahim sang ibu tidak perduli si anak punya adik atau tidak anak tsb tetaplah anak sulung..
Exodus 13:2 [KJV] Sanctify unto me all the firstborn, whatsoever openeth the womb among the children of Israel, [both] of man and of beast: it [is] mine.

'Sulung' juga dapat diartikan hak istimewa yang melekat pada Yesus sebagai pewaris tahta/hak istimewa Daud dimana Yesus dilahirkan oleh seorang perawan yang didalamnya mengalir darah Daud (i.e. Maria)..
Jadi keberatan Helvidus yang menyatakan karena Lukas 2:7 menyebutkan kata 'Sulung' utk membenarkan Yesus mempunyai adik2 dari rahim yang sama adalah keberatan yang tidak mendasar, karena anak pertama tsb mau punya adik kandung atau tidak dia tetaplah anak pembuka rahim ibu-nya..!

=====

Mat 1:24-25: Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
Helvidus menitikberatkan pada kata "sampai" sehingga disimpulkan bahwa setelah melahirkan maka Yusuf dan Maria melakukan persetubuhan.

alasan yang terkesan memaksa ini dengan mudahnya di patahkan oleh St. Jerome yang menjelaskan bahwa Alkitab menjelaskan kata "sampai" tidak berarti bhw kejadian 'sampai' satu titik tertentu maka setelah itu terjadi kebalikannya..
  • Matius 28:20 " ….Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." => tentu tidak ada seorang kristen pun yang mengatakan bahwa setelah akhir jaman maka Yesus tidak menyertai murid2-Nya..!

  • 1 Kor 15:25 "Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya." => tentu tidak ada seorang kristen pun yang mengatakan bahwa setelah Bapa meletakan semua musuh-Nya di bawah kaki Yesus maka Yesus tidak lagi menjadi Raja..!

Jadi keberatan Helvidus akan keperawanan Maria karena Matius 1:25 menyebutkan kata 'Sampai' utk membenarkan bahwa Yusuf melakukan hubungan badan dengan Maria setelah kelahiran Yesus adalah keberatan yang tidak mendasar, karena Alkitab tidak menyatakan bahwa setelah "titik sampai tersebut" maka terjadi kebalikannya..!

*) Note
Matt 1:25 "καὶ οὐκ ἐγίνωσκεν αὐτὴν ἕως οὗ ἔτεκεν υἱόν: καὶ ἐκάλεσεν τὸ ὄνομα αὐτοῦ Ἰησοῦν."
Dalam terjemaan LAI kata ἐγίνωσκεν [ginosko] di terjemahkan sbg 'bersetubuh' padahal dalam terjemahan inggrisnya diterjemahkan sbg 'know,knew' Matt 1:25 "and knew her not till she had brought forth a son, and he called his name Jesus".. yang saya ingin sampaikan adalah sangat sulit mengaitkan bahwa kata dalam tata bahasa Yunani  ἐγίνωσκεν [ginosko] di kaitkan sbg hubungan suami istri..!

=======

Masih banyak pengajaran St. Jerome yang meluruskan pandangan Helvidus tetapi karena keterbatasan waktu maka tidak dapat dibahas satu persatu di disini..
ada suatu tanda tanya besar yang harus di renungkan oleh orang2 yang menolak pandangan St. Jerome ttg keperawanan abadi maria, TETAPI di sisi lain mereka setuju dgn St. Jerome yang meragukan deuterokanonika (walaupun pada akhirnya St. Jerome menerima Deuterokanonika)..
Tuhan Berserta Kita..